Mojokerto, 19 Januari 2024 - Konflik antarperguruan silat yang hampir berujung bentrok di Mojokerto berhasil digagalkan oleh aparat kepolisian setempat. Tindakan tegas diambil untuk mencegah potensi kerusuhan yang dapat membahayakan warga sekitar.
Sebanyak
41 pendekar dari berbagai perguruan silat diamankan oleh kepolisian setelah
pihak berwenang menerima informasi mengenai perselisihan yang berpotensi
meruncing. Insiden ini menjadi sorotan utama di tengah masyarakat, mengingat
Mojokerto yang dikenal sebagai kota yang damai dan harmonis.
Menurut
Kapolres Mojokerto, AKBP Surya Prakasa, konflik ini bermula dari ketegangan
antaranggota dua perguruan silat yang memiliki sejarah persaingan panjang.
"Kami mendapat informasi bahwa ada rencana pertemuan yang tidak resmi
antaranggota kedua perguruan tersebut, yang kemungkinan akan berujung pada
bentrokan. Sehingga kami segera mengambil langkah preventif untuk menghindari
hal yang tidak diinginkan," ungkap Kapolres.
Aparat
kepolisian melakukan razia terencana di beberapa lokasi yang dianggap rawan, dan
berhasil mengamankan 41 pendekar dari kedua perguruan silat yang terlibat.
Mereka kini diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut guna menentukan apakah ada
pelanggaran hukum yang dapat dikenakan.
Wali
Kota Mojokerto, Budi Santoso, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah cepat
kepolisian dalam menanggapi situasi ini. "Kami menghargai tindakan tegas
aparat kepolisian yang berhasil menggagalkan potensi bentrokan ini. Mojokerto
adalah kota damai, dan kami berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan kedamaian
di tengah masyarakat," ujar Budi Santoso.
Sementara
itu, Kapolres Mojokerto juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan
tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik. "Kami akan
terus melakukan pemantauan dan tindakan preventif agar situasi tetap kondusif.
Kerja sama dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga
keamanan bersama," tambahnya.
Berita
ini menegaskan pentingnya peran aparat keamanan dalam mencegah potensi konflik
di tengah masyarakat serta mengajak semua pihak untuk bekerja sama guna menjaga
perdamaian dan keharmonisan di wilayah tersebut.